Skip to content Skip to footer

KISAH TOKOH UNIK ALKITAB, RAJA JAHAT YANG TOBAT

Kisah Tokoh Unik Alkitab

Ada banyak kisah Tokoh unik Alkitab yang dapat menjadi pembelajaran bagi setiap umat Kristen. Dalam setiap tokoh unik ini terkandung pesan mendalam tentang nilai, kehidupan, dan pesan rohani yang dapat kita jadikan pedoman dalam hidup.

Kali ini ada seorang tokoh yang akan sama-sama kita lihat untuk dipelajari. Tokoh tersebut ialah Raja Abia.

Raja Abia

Kisah Tokoh Unik Alkitab - Raja Abia
    Abia (raja Yehuda)

Rehabeam, seorang raja Yehuda, memiliki anak bernama Abia. Di masa mudanya, Abia ditunjuk menjadi pemuka dari seluruh putra raja oleh Ayahnya. Setelah ayahnya meninggal, Abiam, sapaan lain dari Abia, menjadi raja berikutnya. Ia memerintah selama 3 tahun.

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, ungkapan ini selaras dengan Rehabeam dan Abia. Selama masa pemerintahan Abiam, ia mengikuti gaya kepemimpinan Rehabeam, ayahnya. Ia menjadi pemimpin yang jahat dan banyak melakukan dosa terhadap Tuhan (1 Raja-raja 14:31 – 15:1-8).

Persoalan dan Janji Allah

Namun, pada suatu waktu Abia dihadapkan dengan situasi hidup dan mati, ada peperangan yang sulit dimenangkan. Di hadapan Abia ada musuh dengan kekuatan tempur lebih besar daripada pasukannya. Kerajaan Utara (Kerajaan Israel) membawa dua kali lebih banyak pasukan daripada Abia. Menghadapi kekuatan tersebut, Abia teringat akan janji pemeliharaan Tuhan. Ia pun bangkit mendeklarasikan TUHAN sebagai Allah mereka, menyatakan janji Allah bagi mereka untuk menyemangati pasukannya.

Tuhan mendengar apa yang dinyatakan oleh Abia. Tuhan memberikan kemenangan pada pertempuran itu, mereka dapat merebut kembali beberapa kota. Tak hanya itu, Tuhan memberikan kedamaian selama sisa 10 tahun masa pemerintahan Abia (2 Tawarikh 14:1).

Berubah

Dunia saat ini menawarkan banyak hal untuk berbuat dosa kepada Tuhan. Ada kalanya kita terbuai dan jatuh ke dalamnya, membuat kita menghadapi situasi berat akibat perbuatan kita. Apabila menghadapi situasi tersebut, ingat pengalaman Raja Abia. Ia bertobat, mengandalkan Tuhan, dan ia dipulihkan.

Jika kita melihat sedikit saja kesempatan untuk berbalik kepada Tuhan dari segala dosa dan pelanggaran kita, jangan disia-siakan. Pergunakan kesempatan itu dengan baik. Tuhan maha pengampun dan penuh kasih, Ia akan mengampuni kita dari segala kejahatan kita, asal kita mengakuinya (1 Yohanes 1:9). Amin.

Chrisna Bagus

Leave a comment