Skip to content Skip to footer

Crazy Rich – Kehidupan Orang Kaya

ANDA INGIN JADI CRAZY RICH?

Akhir-akhir ini istilah Crazy Rich menjadi viral di medsos.  Sesungguhnya apa arti Crazy Rich dan siapa yang masuk kategori Crazy Rich?  Julukan Crazy merupakan istilah baru dialamatkan untuk orang-orang kaya yang berasal dari daerah tertentu, seperti di Indonesia khususnya orang tajir di Surabaya.  Dengan harta yang cukup melimpah, kehidupan orang kaya dalam julukan “Crazy” tersebut pastinya menjadi pusat perhatian. (Wikipedia Indonesia)

Unjuk kekayaan pun dilakukan dengan membeli mobil sport mewah dengan harga fantastik, rumah tinggal yang besar layaknya istana, dan pernak-pernik rumah yang harganya membuat kita geleng-geleng kepala. Semua itu mereka muat di medsos untuk mendongkrak status sosial di tengah masyarakat.

Kiat-kiat Sukses para Crazy Rich

Medsos juga memuat artikel profil sekaligus kiat-kiat sukses dari beberapa anak muda yang masuk kategori Crazy Rich. Yang membuat kita semua heran adalah bagaimana para Crazy Rich tersebut membangun kerajaan bisnisnya dalam tempo yang terbilang singkat.  Sementara orang kaya dari generasi sebelumnya  membutuhkan waktu puluhan tahun untuk membangun kerajaan bisnisnya. Setelah diamati, nampaknya kesuksesan para Crazy Rich rata-rata dimulai dari bermain trading valas.  Setelah itu berhasil mereka merambah ke bisnis lainnya.  Namun secara umum kunci sukses mereka ada pada pemanfaatan internet secara maksimal.  Akibatnya bisnis mereka mengglobal dan peningkatan kekayaan mereka bertambah secara fantastis.

Tentu saja hal ini membuat banyak anak muda saat ini merasa iri dan tertarik meniru keberhasilan mereka. Betapa tidak, dengan memiliki banyak uang layaknya Crazy Rich, orang bisa membeli atau memiliki apapun yang diinginkan. Selain bisa hidup mewah layaknya sultan.  Ini semua menyangkut prestise dan pengakuan masyarakat atas keberhasilan yang dicapai.

Falsafah Kehidupan Orang Kaya “Crazy Rich”

Pada saat seseorang berhasil menyandang title itu, apakah yang bersangkutan merasa puas?  Tentu saja tidak. Fakta menunjukkan bahwa mereka terus mengembangkan bisnisnya. Orang dengan kekayaan setingkat Elon Musk (pemilik Tesla dan Space X) atau Mark Zuckerberg pun, sebagai pemilik facebook tidak pernah berhenti berinovasi dan melipatgandakan kerajaan bisnisnya.

Berbicara soal uang, siapa yang tidak mau jadi Crazy Rich?  Apalagi di masa pandemi seperti saat ini. Bagi masyarakat bawah di kota-kota besar, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sangat berat.  Banyak perusahaan gulung tikar sehingga terjadi kasus PHK besar-besaran. Uang menjadi sulit diperoleh tapi ironisnya, ketika diperoleh nggak ada artinya saat dibelanjakan.  Sementara kekayaan mereka semakin berlipat ganda.

Melihat Uang dari Sudut Pandang Berbeda

Karena tidak semua orang bisa jadi sperti mereka, mengapa kita tidak coba melihat kekayaan dari sudut pandang yang berbeda?

Crazy Rich - Memahami makna sesungguhnya Kehidupan "Orang Kaya" di dalam Kristus
melihat kekayaan dari perspektif berbeda.

Coba tengok, pernahkah satu saat kita merasa diri kaya padahal tidak punya uang.  Misalnya satu saat kita ketemu orang kaya namun ia menderita diabet sehingga tidak bisa makan sembarangan. Sementara Anda dapat makan apa saja, tidak ada pantangan. Sekalipun tidak banyak uang Anda bersyukur dikaruniakan Tuhan tubuh yang sehat dan bisa makan apa saja. Kita tidak kaya tetapi serasa menjadi orang kaya. Bukan maksudnya kita bersukaria atas penderitaan orang. Tetapi mari kita melihat sisi kehidupan lain agar kita dapat bersyukur dan merasa bahagia layaknya Crazy Rich.

Jika begitu kunci kebahagiaan bukan terletak berapa banyak uang yang kita punyai melainkan cara pandang kita terhadap kehidupan. Kalau kita dapat mensyukuri apa yang kita peroleh,tanpa membanding-bandingkan dengan orang lain, segala sesuatu akan terasa nikmat.

Kaya Di Dalam Kristus

Terkait dengan masalah kekayaan, ada satu buku “Kaya Di Dalam Kristus”, tulisan Warren W. Wiersbe, terbitan Kalam Hidup.  Dalam buku itu kita diajak melihat kekayaan dari perspektif berbeda.  Kekayaan dunia ini dapat lenyap kapan saja.  Semakin banyak kekayaan seseorang semakin berat tekanan psikologisnya sebab kita harus berpikir keras bagaimana mengembangkannya.  Sebaliknya, kakayaan batiniah yang diperoleh ketika seseorang beriman dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat sifatnya abadi hingga kekekalan. Mungkin seumur hidup kita tidak bisa menjadi Crazy Rich, tatapi ada kekayaan lain yang sifatnya tidak terbatas dan dapat digunakan kapan saja kita membutuhkan.  Kekayaan seperti ini akan membuat hidup bahagia dan tidak depresi.

 

Bambang Suprapto

 

Baca Juga : KISAH INSPIRATIF KRISTEN DALAM BUKU ANAK PERDAMAIAN

Leave a comment