Skip to content Skip to footer

Sekolah di Bekasi butuh Guru Agama Kristen

Pendidikan formal, yaitu sekolah adalah lembaga yang bertanggung jawab menjalankan amanah pembukaan UUD 1945 yakni “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”.  Upaya mencerdaskan kehidupan bangsa ini salah satunya dilakukan di sekolah. Salah satu kurikulum yang ada disekolah adalah Pendidikan Agama.  Dalam hal ini pendidikan agama bagi masing-masing siswa sesuai dengan agamanya masing-masing. Namun pendidikan agama yang selama ini berlangsung masih belum sesuai kenyataan. Faktanya untuk pendidikan agama non Islam masih diserahkan ke lembaga agama dalam memberikan nilai. Untuk agama Kristen di serahkan ke pihak gereja dimana siswa tersebut berjemaat. Padahal nilai  atau angka bukan yang menjadi tujuan akhir adanya kurikulum pendidikan agama.

Diharapkan ke depan untuk sekolah-sekolah swasta ataupun negeri bisa melaksanakan pendidikan agama yang sebenarnya yaitu diajar dan dididik oleh guru agama yang dianutnya. Kurangnya guru agama Kristen, khususnya di sekolah-sekolah swasta ataupun negeri di kota Bekasi menjadi perhatian oleh Drs. Linggom F. Lumbantoruan, anggota komisi B DPRD kota Bekasi. “Masalah guru agama Kristen di Bekasi sangat kurang, baik disekolah negeri ataupun swasta, sehingga nilai yang di raport siswa itu bisa dibilang  illegal, karena tidak ada guru agamanya, melainkan nilai yang diberikan oleh gereja”,ungkap Linggom. Lanjutnya seharusnya nilai itu dari guru formalnya, bukan gereja yang memberikan nilai”. Masih menurut penuturan Linggom,  Pak walikota Bekasi welcome dengan pemenuhan guru agama Kristen di kota Bekasi, hanya saja menurut walikota bekasi tidak ada yang mengurus kebutuhan guru agama Kristen tersebut.  Untuk itu perlu ada yang mengurusnya agar guru agama Kristen ini memiliki SK dari walikota.

Bilamana kebutuhan guru agama Kristen ini sudah terpenuhi maka dibutuhkan buku pelajaran agama Kristen yang sesuai dengan tingkat pendidikan untuk menjadi buku pelajaran secara formal.

Leave a comment

0/5