Skip to content Skip to footer

Sambutan Pdt. DR Nus Reimas, Majelis Pertimbangan PGLII di Rapat Kerja Nasional XI PGLII “PGLII Not Only Starting Well But To Finish It Well”

Sambutan Pdt. DR Nus Reimas, Majelis Pertimbangan PGLII di Rapat Kerja Nasional XI PGLII

“PGLII Not Only Starting Well But To Finish It Well”

Selamat malam, Shalom!!, semua pakai batik, saya pakai jaket, artinya selalu mau tampil beda. Pertama saya sampaikan rasa hormat karena ini pertama kalinya kegiatan PGLII atau Rakernas XI ini dihadiri oleh 2 tamu yang sangat kita hormati bersama-sama. Pertama Bishop DR. Efraim M. Tendero, DD., D.L.,yang beberapa bulan lalu terpilih sebagai Secretary General/CEO Kaum Injili se-dunia, World Evangelical Aliance (WEA) dan Ps. DR. Billie Hanks JR, Director International Evangelism Association. Akhir Oktober 2014 lalu saya, ada Pdt. Wilfred, Pdt. Jeffry dari GKPP Bandung, kami bersama-sama dan dari berbagai negara menikmati dalam persekutuan, sharing dan belajar bersama ditempat Mr. Billie di Northernland, dan mengunjungi Billie Graham Training Center, terima kasih Mr. Billie bisa hadir di Rakernas PGLII.
Yang saya hormati pimpinan lembaga dan aras gereja nasional yang hadir pada saat ini. Semalam (8/6/2015) Romo Edy Pderwanto, sekretaris eksekutif Konferensi Wali gereja Indonesia (KWI) memberitahukan bahwa beliau menyesal tidak bisa hadir dikarenakan pimpin misa. Sedangkan Sekum PGI Pdt. Gomar Gultom masih di Medan, dan ibu ketum PGI masih di Eropah, hadir sore ini ibu Pdt. Ditje wakil sekretaris umum PGI. Dan saya juga mendapat pemberitahuan bahwa ketua PGPI Pdt. Jacob Nahuway sedang ada di Malaysia. Tapi yang pasti hadir malam ini adalah Pdt. Robinson Nainggolan, mantan ketua harian PGPI, kawan seperjuangan. Ketua umum Ronny Mandang beserta pengurus PGLII yang baru.
Saya mau mengingatkan kita kembali dalam rakernas ini,tadi sudah digambarkan dalam banyak hal. Bahwa PGLII itu lahir karena ada tujuan yang jelas yaitu dipanggil untuk bersekutu dan memberitakan injil. Bisa saja masing-masing memberitakan injil menurut waktu dan tempatnya tetapi jangan lupa motto kita juga dipanggil untuk bersekutu. Artinya bersama-sama. Dan kita ingat dalam proses perjalanan PGLII ada 2 mandat yang sangat penting. Yang mewarnai perjalanan PGLII. Mandat Ilahi pembangunan dan mandat Ilahi pembaharuan.
Menjelang Munas PGLII 2015 yang baru lalu, kita coba mengcombine 2 mandat ini dalm tema rakernas ini. Suatu ajakan bersama-sama membangun mandat ilahi cultural dan memperbaharui. Kebersamaan itu sangat-sangat penting. Dan dalam sejarah kita lihat kebersamaan kita terus menerus di rongrong dari waktu ke waktu karena berbagai kepentingan. Beberapa hari yang lalu ada kawan dari Bali, memberitahukan tidak hadir di Rakernas. Saya ingatkan tentang nasihat bapak Pontas, Nasution dan Jacob Tobing, “Jangan sekali-sekali kita menari di atas music orang lain”.
Tadi sudah digambarkan bahwa kita punya tujuan dan kita harus tetap menuju tujuan itu what ever the cost. Berjalan itu mudah barangkali Tuhan Yesus tidk perlu mati, tapi jalan itu tidak mudah. Karena itu kita harus konsisten berjalan bersama-sama bukan sendiri-sendiri. Secara internal keluarga PGLII harus menyatukan barisan untuk berjalan bersama-sama. Bukan hanya PGLII, tapi juga PGI, PGPI, KWI dan lain-lain. Ternyata kebersamaan community together dalam gereja itu tidak mudah. Apapun keadaan dan situasi kita tetap harus berjalan bersama-sama. Ada kisah John Atuari seorang pelari pada Olympiade Mexico musim panas tahun 1968, Semua orang mengharapkan ia menjadi pemenang namun dalam proses itu ia terjatuh, dan pelari lain sudah mendahuluinya bahkan lampu2 sudah dimatikan karena perlombaan sudah usai juara sudah dibagikan. Tapi mengapa John tetap berlari? John katakan “my government, my people, my country send me not only to start the race but to finish the race”.
Jangan sampai kita di interupsi dari sana sini yang tidak jelas arahnya. Ada begitu banyak kepalsuan hari-hari ini, palsunya banyak!! ini menunjukkan mental dan moral dari bangsa ini sedang mengalami keterpurukan. Kita tahu sejak orde baru ada dua istilah, SDA – Sumber Daya Alam dan SDM – Sumber Daya Manusia. Semua rebutan SDA, lalu terperosok berujung kematian karena SDM-nya tidak dibangun. Gereja dan kaum Injili harus tampil bersama-sama membangun SDM yang lebih baik, pemimpin-pemimpin yang berpikir untuk lebih baik.
Tidak ada yang instan dalam banyak hal. Saya sudah menjadi panitia sejak Munas PGLII yang pertama, bicara sejarah saya tahu persis perjalanan selama 42 tahun saya pelayanan. Di PGLII harus cari sendiri, hanya bayar 200 ribu peserta Rakernas bisa menginap di hotel berbintang di jantung kota Jakarta. Ini semua karena anugerah Tuhan. Ini semua boleh terjadi karena satu sama lain bergandeng tangan untuk bekerjasama mensukseskan Rakernas XII PGLII.
Mari saudara-saudara perwakilan PGLII di daerah membangun suatu mindset yang benar. Panggilan itu tidak sembarangan, Allah itu yang maha tahu ketika Allah memanggil saya dan saudara itu sudah ada rencanaNya untuk keselamatan. Saya di 42 setengah tahun, mulai tidak dengan di gaji sampai dengan pensiun dari LPMI tetap tidak di gaji, jadi staf seumur hidup tapi belum pernah mengeluh. Tengah malam nanti saya berangkat ke Manila untuk pertemuan kaum Injili sedunia untuk membahas peraturan-peraturan pemerintah yang mendiskriminasi umat Kristen. Motivasi kita dalam pelayanan haruslah benar, I’m not only starting well but to finish it well.
Mari kita kasih tahu teman-teman kita yang lain, karena diluar ada banyak virus yang mengancam. Apa yang terjadi di Korea jangan sampai terjadi di Indonesia. Untuk itu perlu menjaga kebersamaan. Bersama-sama membangun dan menjadi alat. Bersama-sama membangun dan memperbaharui

Leave a comment

0/5