Skip to content Skip to footer

Resensi Buku Rohani Krisis Tengah Baya

RESENSI BUKU ROHANI KRISTEN

Judul Buku Rohani  : KRISIS TENGAH BAYA
Pengarang                  : Jim dan Sally Conway
Penerbit                      : Kalam Hidup

MASALAH DALAM KELUARGA

Pada resensi buku rohani kali ini, penulis buku Krisis Tengah Baya berusaha mengungkap penyebab munculnya krisis yang menimpa pasangan suami-istri (pasutri) khususnya diusia tengah baya (40-50 tahun). Menurut Jim dan Sally, krisis tengah baya itu jamak terjadi dan sudah nampak pada usia transisi 33-39 tahun. Penyebab umumnya karena ketidakmengertian tentang perubahan atau siklus hidup sehingga tidak ada langkah antisipasi.

Ketidakmengertian akan perubahan siklus hidup membuat banyak orang mengalami stress dan tidak jarang meningkat menjadi krisis. Ketika menginjak fase perubahan diusia tengah baya, krisis yang menimpa pasutri memang tak terelakkan dan sering muncul karena berbagai faktor seperti: perbedaan pandangan yang tajam menyangkut karir, keintiman, sikap, keluarga, bahkan sesksualitas. Secara umum respons pria dan wanita terhadap perubahan akibat krisis adalah bertolak belakang dan inilah sesungguhnya yang menjadi biang kerok pemicu stres.

KRISIS EKSISTENSIAL PADA PRIA

Stres seorang pria (suami) tengah baya biasanya muncul karena sindrom “kehilangan pengaruh” dan “kematian”. Stres ini bila tidak tertanggulangi akan meningkat menjadi depresi. Dampak buruknya kesehatan terganggu, fisik dan seksualitas pun menurun. Parahnya, dalam kondisi demikian, seorang pria cenderung emosional, reaktif, dan egois. Aktualisasinya bisa muncul dalam gaya hidup dan tingkah laku yang irasional. Bahkan tidak jarang  seorang pria akan menarik diri dan menghindar dari lingkungan yang menekannya kemudian menceburkan diri dalam kompensasi negatif yang merusak. Dan ujung-ujungnya ia menjadi kurang peduli dan peka dengan istri, anak-anak atau urusan keluarga.

KRISIS EKSISTENSIAL PADA WANITA

Sementara krisis bagi wanita (istri) tengah baya biasanya ditandai perasaan kosong dan tertekan, tetapi ia sendiri tidak mengerti mengapa ia tertekan dan kadang uring-uringan. Penyebab paling umum adalah perasaan kehilangan masa muda yang membuat daya tarik fisik dan seksual menurun. Ia menjadi terkejut melihat kenyataan di mana kulit tubuhnya mulai berkerut dan kering, rambut mulai ubanan dan payudara mengendor. Semua tanda-tanda ketuaan menggelisahkannya. Sebagai kompeansasi biasanya ia akan melarikan diri dalam berbagai kesibukan. Tidak itu saja, keadaan itu menjadi double buruk dengan datangnya krisis memasuki masa menopause (48-53 tahun) yang ditandai gangguan fisikal seperti rasa panas dan sulit tidur, serta diikuti episode ketakutan kehilangan daya tarik seks dan kekhawatiran kehilangan suami.

CARA MENGATASI KRISIS            

Menurut Jim dan Sally, cara terbaik mengatasi krisis tengah baya adalah dengan menanggulangi setiap perubahan yang menyulitkan dengan cara sistematis sehingga membawa penyelesaian yang memuaskan. Inti pemecahannya terletak pada penyediaan waktu untuk merenung dan intropeksi diri, minta nasihat orang, mencari gagasan dengan membaca buku rohani Kristen, dan yang pentingnya mengiizinkan Allah intervensi di dalamnya.

Ketika suami mengalami krisis, maka penolong paling tepat adalah istrinya begitu juga sebaliknya. Oleh kareana itu untuk memulihkan krisis penting suami-istri saling memahami, memberi dorongan semangat dan membangkitkan citra diri. Tidak kalah pentingnya suami-istri harus sadar tentang perbedaan di antara mereka dalam merespons krisis. Maka semngat  saling memahami ini akan menjadi perekat yang kuat untuk menolong pasangannya. Melibatkan seorang teman, sahabat dan bahkan konselor juga sangat dianjurkan.

MENJAGA POLA HIDUP SEHAT

Buku ini memuat banyak tips praktis yang solutif agar hidup prima di usia tengah baya, seperti berolahraga secara teratur. Olahraga sangat penting bagi kesehatan jantung, paru-paru dan meningkatkan kemampuan fisik dan seksual. Selain itu istirahat dan waktu santai yang cukup juga sangat dianjurkan, makan secara sehat, mendengarkan musik,  dan tidur yang teratur. Menurut Jim dan Sally, semua kegiatan di atas sangat bermanfaat mengendorkan ketengangan emosi dan mental. Lebih-lebih jika pasutri mengalokasikan waktu secara rutin untuk saat teduh, membaca Alkitab dan berdoa, maka itu akan menjadi nutrisi yang menumbuhkan kesehatan jiwa.

Ketika pasutri berjuang bersama mengatasi krisis di usia tengah baya, maka mereka sesungguhnya telah memasuki dimensi baru ke arah kematangan dan kedewasaan berpikir. Artinya, sampai pada titik ini pasutri telah memiliki kesadaran bahwa krisis tengah baya adalah satu keniscayaan yang harus disikapi dan diatasi bersama demi terciptanya kehidupan keluarga yang lebih berkualitas dan bermakna. Ujungnya akan tumbuh kepekaan dalam diri masing-masing sehingga mampu menyelami perasaan tersinggung orang, serta lebih responsif terhadap kebutuhan orang lain.

MANFAAT MEMBACA BUKU ROHANI

Buku adalah gudang ilmu. Membaca buku, “KRISIS TENGAH BAYA” karya Jim dan Sally Conway ini pasti akan menambah pengetahuan dan iman Anda. Apalagi kajiannya cukup objektif dan berimbang karena ditulis dari perspektif pria dan wanita.  Inti pesannya tegas menyatakan bahwa, “Kehidupan di usia tengah baya merupakan masa yang rawan. Bila dimengerti dan diantisipasi, maka akan berpotensi menjadi tahun-tahun yang paling produktif, sebaliknya bila tidak maka akan menjadi masa yang paling menghancurkan”.

Pertanyaan pentingnya adalah bagaimana pasutri mengelola masa-masa krusial tersebut. Kabar baiknya adalah, buku ini menyediakan “peta jalan” dan Anda tinggal mengikutinya. Karena miliki dan baca buku bagus ini, dan bila perlu jangan sungkan untuk menghadiahkan kepada pasangan-pasangan yang telah menikah karena ingat, krisis tengah baya jamak terjadi di mana-mana.

Buku Rohani yang di di perlukan oleh Pria Paruh Baya untuk mempersiapkan diri menghadapi hari tua
Mengendalikan Hidup Anda Melalui Jalan Berputar
Intisari Resensi Buku Rohani Krisis Tengah Baya “Lima Langkah Menunju Masa Pensiun Yang Kreatif”

Pada bagian akhir buku ini terdapat kolom khusus berisi, “Lima Langkah Menunju Masa Pensiun Yang Kreatif”. Untuk menerapkannya tampaknya butuh kajian yang lebih mendalam. Alasannya, karena buku ini ditulis dari perspektif “orang Barat” dengan budaya dan tingkat pendapatan/ekonomi yang tinggi. Sementara masyarakat Indonesia masih tergolong sebagai negara berkembang. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih lengkap, kami menganjurkan Anda untuk membaca:

Buku Rohani Kristen Lainnya:

 

Salam: Yupiter Sepaya

 

 

 

 

 

 

1 Comment

  • F.Th.Edison
    Posted March 1, 2022 at 12:15 am

    Sangat mencerahkan bagi dsemua pria tengah baya. Banyak hal yang harus mereka ketahui agar kehidupan lebiih indah.

Leave a comment