Skip to content Skip to footer

PressConference Rakernas XI PGLII, Rakernas XI PGLII Bottom Up dan Manifesto Injili

PressConference Rakernas XI PGLII
Rakernas XI PGLII Bottom Up dan Manifesto Injili

Pada tanggal 11 Juni 2015 Pimpinan Pusat Persekutuan Gereja-gereja daan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) menyampaikan hasil rakernas XI di hadapan awak media Kristen. Pimpinan pusat PGLII tersebut adalah ketua umum Pdt. Ronny R. mandang, M.Th, sekretaris umum Pdt. DR. Freddy Soenyoto, M.Th, wasekum Robby Repi, SH, ketua 2 bidang pendidikan dan teologia Pdt. DR. Sumbut Yermiato, ketua 3 bidang hukum dan HAM, Y. Deddy A. Madong, SH, Ketua INFOKOM Ir. Batara Sihombing.
Sekum PGLII Freddy Soenyoto
Terima kasih atas kehadiran rekan-rekan media yang sudah hadir, sudah lama tidak bertemu yah.Syalom,!! Mudah-mudahan dari pertemuan ini berita-berita PGLII dapat memenuhi media-media bapak ibu dan saudara sekalian. Katakan A bila A dan katakan B apabila B. Untuk itu puji nama Tuhan acara Rakernas yang merupakan juga amanat konstitusi dari PGLII dapat dilaksanakan dengan baik.
Rakernas ini diikuti oleh Majelis pertimbangan, pengurus pusat, pengurus wilayah dan daerah yang ada diseluruh Indonesia, berjumlah 56 peserta. Dan puji Tuhan kami telah menghasilkan berbagai program yang disusun secara baik oleh komisi-komisi.
Tahun ini berbeda dengan tahun-tahun yang lalu sebab program kerja sudah siap untuk dibawa ke daerah masing-masing. Dan Rakernas XI terasa sekali bahwa kualitas yang mengalir dalam materi-materi bernafaskan Rakernas kali ini benar-benar menunjukkan apa dan siapa PGLII yang seharusnya. Terutama dalam menterjemahkan harapan-harapan hasil Munas dan pikiran-pikiran dan obsesi-obsesi dari ketua umum yang sangat luar biasa dan strategis untuk menjangkau masa depan bersama-sama PGLII, khususnya dalam mengewajantahkan dan tetap konsisten dalam menetapkan tujuan PGLII yang tercantum dalam pasal 5 dan 6 yaitu tentang memelihara dan membela doktrin.
Dalam komisi pendidikan dan teologi hal ini luar biasa dijabarkan dalam tuhjuh rencana kerja dalam bentuk symposium dalam rangka meredefinisikan kembali apa injil, siapa kaum injili itu dan apa dan bagaimana penginjillan itu dalam konteks masa kini? Dan satu poin lagi yang menjadi satu nuansa yang baru. Kali ini kita sepakat bahwa PGLII tidak lagi berbasis pada iuran anggota tetapi kita berbasis pada potensi yang PGLII miliki.
Ternyata hasil retrospeksi kita sepanjang 40 tahun bahwa betapa sesungguhnya telah banyak yang dikerjakan oleh PGLII dan itulah kita menemukan potensi-potensi yang kita yakini dapat di gali untuk membangun PGLII bersama-sama seluruh komponen aras lainnya dan sebagai asset bangsa kita rindu menjadi asset nasional, sekaligus bersama-sama membangun dan memperbaharui bangsa dengan kasih kristus.
Ketum Ronny Mandang
Terima kasih, syalom rekan-rekan media. Rakernas merupakan wujud dari bagaimana kita mengimplementasikan hasil Munas XI. Jadi seluruh hasil keputusan Munas XI dibawa ke Rakernas XI ini. Dan untuk kali ini saya lebih mempertajam format dari Rakernas. Kalo selama ini di Rakernas di masa yang lalu program-program itu disusun oleh pengurus pusat lalu diserahkan kepada pengurus-pengurus wilayah (PW). Tapi kali ini saya merubahnya dan membiarkan dari wilayah yang melakukan penggodokan format dari seluruh materi Rakernas XI. Jadi bobot hasil rakernas ini bersifat bottom up bukan top down. Rencana jangka pendek dan jangka panjang.
Hal yang kedua adalah dalam rakernas XI ini saya ingin menggagas manifesto PGLII. Berdasarkan anggaran Dasar PGLII pasal yang ke 5 butir yang pertama PGLII bertujuan membela Teologia Injili. Saya menyadari bahwa teologia injili secara format memang tidak baku eksik. Bisa dikategorikan sebagai 1+1=2 artinya bahwa dinamika pemahaman injili terus berkembang. Tetapi kita juga ingin supaya kita tidak terperangkap kepada konteks berteologia yang sangat jauh dari tujuan PGLII yaitu membela teologia Injili. Bahwa kita menyadari ada pemahaman teologia karismatik pantekosta dan ekumeneikal. Dan kita juga tidak bermaksud mempertentangkan teologia yang lain. Tetapi tugas saya kali ini adalah bagaimana menetapkan teologia injili yang ingkrah tanpa mempertentangkan dengan teologia lainnya.
Setelah penjelasan singkat tentang rakernas XI PGLII dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab. Sesi tanya jawab dilayani oleh seluruh pimpinan pusat PGLII. Dan disampaikan juga oleh ketum PGLII bahwa ke depan PGLII tetap akan membangun hubungan dengan media. Pressconference diakhiri dengan makan siang bersama.

Leave a comment

0/5