Skip to content Skip to footer

POKJA KELUARGA UNGGUL BPH GEREJA BETHEL INDONESIA, DISKUSI PANEL DAN DOA BAGI KELUARGA : Selamatkan Keluarga Indonesia!

POKJA KELUARGA UNGGUL BPH GEREJA BETHEL INDONESIA

DISKUSI PANEL DAN DOA BAGI KELUARGA : Selamatkan Keluarga Indonesia!

Jakarta (27/6), BPH Gereja Bethel Indonesia (GBI) tetapkan bulan Juni setiap tahunnya sebagai bulan keluarga GBI. Untuk bulan Juni 2015 telah ditetapkan tema “Tranformasi Gereja untuk Memulihkan Keluarga”(Yosua 24:15). Acara diskusi Panel dan doa bagi keluarga bertujuan untuk menyerukan dan menghimbau setiap pihak yang terkait untuk lebih memperhatikan, memperlengkapi, dan mengupayakan untuk menjadikan keluarga dan rumah sebagai tempat teraman bagi anak.

GBI berpendapat pertama, keluarga dan rumah adalah tempat pembentukan manusia seutuhnya, tangguh dan sehat. Untuk itu keluarga seharusnya menjadi pusat pembentukan iman, karakter dan pusat mempersiapkan manusia produktif. Selain itu juga menjadi tempat paling aman bagi anggota keluarga, khususnya anak-anak. Sebab seringkali pelaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah orang-orang terdekat seperti orangtua, kakek nenek, saudara-suadara dan orang-orang yang berada di rumah. Untuk itu kewajiban orangtua untuk menciptakan rasa aman. Keadaan yang tidak aman bagi anak disebabkan salah satunya orang tua. Orangtua yang tidak konsisten dalam memberikan disiplin, emosi yang tdiak stabil, dan ekonomi yang tidak stabil.

Kedua, Keluarga perlu didukung dan diperlengkapi untuk dapat menjalankan peran dan fungsinya. Menjadi kewajiban pemerintah, lembaga-lembaga keagamaan, badan-badan swasta, intitusi pendidikan dan institusi lainnya perlu mendukung, menolong dan membina dan memperlengkapi keluarga agar dapat keluar dari situasi ketidakberdayaan.

Menyikapi berbagai kondisi memperihatinkan yang dialami keluarga dan anak, BPH GBI menyampaikan beberapa rekomendasi yaitu :
1. Pemerintah dan masyarakat perlu meningkatkan perhatiannya, menolong dan mendukung keluarga secara aktif, agar keluarga dapat menjadi tempat
paling aman bagi anak.
2. Pemerintah dan masyarakat perlu memberikan pendidikan bagi keluarga agar terampil.
3. Perlunya dukungan menyeluruh, tidak parsial, yaitu meningkatkan koordinasi antar institusi terkait, dalam penanganan masalah keluarga.
4. Keluarga harus di jadikan subjek pembangunan untuk mewujudkan revolusi mental bagi pembangunan manusia seutuhnya.

Rekomendasi inti ditetapkan dan ditandatangani oleh Pdt. Dr.dr.Dwidjo Saputro, SpKJ (K), ketua Pokja Keluarga unggul dan Pdt. Dr. japarlin Marbun, Ketua umum BPH GBI.

Leave a comment

0/5