Skip to content Skip to footer

Penerbit Buku Rohani Kristen: Jalan Panjang dan Berliku

Mengapa Harus Ada Buku Rohani?

kalamhidup.com – Pertanyaan di atas mungkin terdengar klise. Jawabannya jelas: ada kebutuhan di segmen itu dan perlu. Oleh sebab itu, ada banyak penerbit buku rohani Kristen di Indonesia. Beberapa  penerbit itu di antaranya adalah Kalam Hidup (kalamhidup.com), BPK Gunung Mulia (www.bpkgunungmulia.net), Yayasan Komunikasi Bina Kasih (www.penerbitbinakasih.com), SAAT (www.literatursaat.com), Gloria (www.bukurohanigloria.com), Andi (andipublisher.com), Kanisius (kanisiusmedia.co.id), dan lainnya.  Bahkan, penerbit  buku umum, misalnya Gramedia (www.gpu.id ), juga ikut “meramaikan” buku rohani Kristen sebagai salah satu strategi bisnis mereka: mengisi ceruk yang masih bisa diisi. Penerbit Kalam Hidup sendiri sudah sejak 1930 menerbitkan buku rohani Kristen. Tema yang diterbitkan beragam, dari buku Anak, Keluarga, Pendidikan Kristen, Telogi Praktis, Pendidikan Anak dan lainnya.

Kompetisi atawa Sinergi?

Dari segi  bisnis, keberadaan para penerbit  Kristen tersebut tentu memunculkan kompetisi. Pasti ada persaingan dari setiap penerbit tersebut. Apalagi, ceruk buku rohani Kristen memang cukup sempit jika dibandingkan buku umum. Oleh sebab itu, berbagai strategi marketing dilakukan oleh setiap penerbit Kristen untuk meraih “keuntungan” dari ceruk yang kecil itu. Misalnya, penerbit A lebih spesifik menyasar segmen buku teologi. Kemudian penerbit B lebih berfokus pada buku anak. Sedangkan Penerbit C menyasar buku pendidikan Kristen. Dan Penerbit D merasa nyaman dengan menerbitkan buku berdasarkan  denominasi tertentu.

Namun, dari sisi lain, keberadaan penerbit Kristen secara umum adalah bersama-sama atau bersinergi dalam menyebarkan Kabar Baik untuk Indonesia. Secara khusus, keberadaan penerbit buku rohani adalah dalam rangka meningkatkan pengetahuan serta iman Kristen warga gereja.

Bahkan, dahulu –mungkin sekitar tahun ’90-an-2000-an– ada Persekutuan Literatur Kristen Indonesia  (PLKI) sebagai wadah para penerbit Kristen. Di sana para penerbit Kristen justru bisa saling berbagi kiat bisnis dan melakukan pelatihan bersama. Namun, sayangnya, kiprah lembaga itu tidak terdengar lagi sekarang.

Jalan Panjang dan Berliku Toko Buku Rohani

Di tengah kompetisi, gempuran era digital, dan munculnya pandemi yang berkepanjangan, penerbit dituntut untuk tetap eksis dan kreatif. Walaupun berat, tugas untuk menyebarkan Kabar Baik itu harus terus berjalan karena kebutuhan akan hal itu masih tetap ada dan penting. Mungkin hanya medianya yang bertambah atau berubah (baca: buku fisik dan e-book).

The Long and Winding Road”, *sebuah judul lagu karya The Beatles, mungkin dapat sedikit menggambarkan kiprah penerbit buku rohani pada saat ini.

The long and winding road

That leads to your door

Will never disappear …

Singkatnya, walaupun jalan yang ditempuh itu panjang dan berliku, pesan akan Kebenaran itu harus tetap disampaikan. Untuk hal itu, kiprah penerbitan Kristen tak akan pernah hilang.

 

Tjev Adiparta Sairoen

Leave a comment