Skip to content Skip to footer

PELAYANAN KEPADA ANAK-ANAK – TINJAUAN BUKU ROHANI KRISTEN

Pelayanan kepada Anak-AnakJudul:
PELAYANAN KEPADA ANAK-ANAK

Pengarang:

Lawrence O. Richards

Jumlah halaman:

630 halaman

Penerbit:
Kalam Hidup

 

INTEGRASI TEOLOGIS DENGAN PRINSIP PELAYANAN ANAK

Buku rohani Kristen “Pelayanan Kepada Anak-Anak” merupakan panduan pelayanan anak paling lengkap. Isinya mengintegrasikan pemahaman alkitabiah dan teologis mengenai prinsip-prinsip pelayanan anak, termasuk mengkajinya dari perspektif psikologi perkembangan. Buku yang cukup tebal ini (630 hlm.) menggabungkan dasar-dasar alkitabiah dan teologis dengan penilaian yang cermat terhadap isu-isu utama dalam proses membesarkan anak: perkembangan, konteks pembelajaran dan pertumbuhan, nilai-nilai, kemampuan koqnitif, dan hubungan sosial. Satu pertanyaan yang sering muncul adalah bagaimana kita seharusnya melakukan pendekatan pelayanan kepada anak-anak agar efektif dan berhasil?

 

PENDEKATAN TRADISIONAL TIDAKLAH CUKUP

Secara tradisional pendekatan yang dilakukan umumnya difokuskan pada metode-metode yang sudah biasa digunakan di gereja. Misalnya bagaimana membuat daftar-daftar, mengatur kelas-kelas, membuat kelompok, dan memindahkan kelas-kelas dalam jam pelajaran di sekolah minggu. Selain itu, para guru sekolah minggu juga harus belajar bagaimana menyampaikan cerita. Memastikan bahwa kurikulum-kurikulum pembelajaran di sekolah minggu telah disusun berdasarkan doktrin Alkitab yang berpusat pada Kristus. Atau, sekali-sekali membuat kegiatan paduan suara atau kegiatan lainnya di luar gedung gereja. Semua pendekatan di atas tentu saja baik, dan mungkin sudah dilakukan sebagai kegiatan rutin dalam pelayanan kepada anak-anak. Namun menurut Richards, semua pendekatan itu belum sepenuhnya menjawab semua isu yang seharusnya dihadapi secara realistis jika kita ingin membangun pola-pola pelayanan yang penuh makna kepada anak-anak.

 

LANDASAN  PELAYANAN ANAK

Itulah sebabnya Richards berpendapat bahwa ada beberapa hal penting dan mendasar yang mesti diperhatikan. Tujuannya agar tugas melayani kepada anak-anak dapat berjalan dengan lebih menarik dan efektif. Pertama, para pelayan anak harus menyadari bahwa pelayanan kepada anak-anak sebagaimana halnya semua pelayanan, harus dievaluasi dari sudut pandang kembar. Dipandang dari sisi teologisnya dan bagaimana mengenali ciri-ciri pembelajaran yang relevan dengan konteks anak. Selain itu, tata cara pelayanan efektif mana pun haruslah bertumbuh dari satu pemahaman teologis tentang apa yang diajarkan dan bagaimana kondisi dari anak-anak yang dihadapi. Bagian pertama buku ini, yaitu pasal 1 – 9 mengacu kepada Alkitab untuk melihat apa yang diajarkan oleh Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru mengenai pelayanan kepada anak-anak laki-laki dan perempuan. Setelah itu dilanjutkan dengan memandang kepada bidang-bidang yang kritis sesuai perkembangan anak. Hal ini akan menolong para pelaku pelayanan anak untuk lebih memahami bagaimana ia harus membentuk dan mendesain pelayanan agar efektif dan tepat sasaran.

 

TIGA LATAR BELAKANG PELAYANAN ANAK

Kedua, setelah menyelidiki dasar-dasar pelayanan kepada anak-anak, Richards, kembali mengajak kita untuk melihat tiga latar belakang di mana pelayanan itu harus difokuskan. Tujuannya adalah menumbuhkan kepedulian dari pihak-pihak yang terlibat agar berperan optimal untuk menolong anak-anak bertumbuh dalam iman Kristen yang benar. Ketiga latar belakang itu adalah: rumah tangga (keluarga), gereja, dan sekolah. Masing-masing dari latar belakang ini dibahas dalam Bagian 2, Pasal 10 sampai dengan pasal 19. Dalam unit mengenai rumah tangga pembahasan diarahkan khusus kepada apa yang harus dilakukan oleh para orang tua untuk menyelaraskan pola-pola pendidikan di rumah dengan prinsip-prinsip pelayanan alkitabiah yang diberikan atau dijarkan di gereja. Sementara di dalam unit mengenai sekolah, sorotan dan kajiannya ditujukan kepada melihat “hingar-bingar” gerakan sekolah Kristen dan menggambarkan isu-isu yang harus dihadapi oleh para pemimpinnya jika menginginkan kelas-kelas di sekolah Kristen itu menjadi satu tempat untuk melayani secara efektif, dan bukan hanya sekadar satu tempat pelatihan.

 

FOKUS PADA PENGGUNAAN ALKITAB

Ketiga, adalah bagaimana memfokuskan diri pada cara menggunakan Alkitab dalam melayani anak-anak. Tujuannya adalah melihat kepada prinsip-prinsip pengajaran yang dapat digunakan disetiap situasi untuk menolong anak-anak menanggapi kebenaran Allah. Dalam bagian 3, Pasal 20 sampai dengan pasal 23 diberikan perhatian khusus pada prinsip-prinsip penggunaan cerita-cerita Alkitab yang bukan hanya sekadar bertutur, melainkan membawa anak-anak kepada jenis pembelajaran yang lebih signifikan dan relevan dengan kebutuhan mereka. Pada pasal-pasal ini, juga didiskusikan dan diilustrasikan pembentukan proses pembelajaran bagi kelas secara keseluruhan atau dalam sesi untuk mengaitkan kebenaran-kebanaran Alkitab dengan pengalaman-pengalaman masa kini yang sesuai kebutuhan anak-anak.

 

BUKU INI UNTUK SIAPA?

Sebuah buku yang kaya dengan ide-ide dan gagasan-gagasan yang segar ini, pertama-tama ditujukan kepada orang-orang awam atau para professional yang diberi tanggung jawab oleh gereja untuk terlibat dalam pelayanan kepada anak-anak. Dan juga buku ini bermanfaat dan penting dimiliki oleh badan pendidikan Kristen, para pengelola sekolah-sekolah Kristen, dan para mahasiswa perguruan tinggi teologi dan umum. Intinya, buku ini sebenarnya ditujukan kepada setiap orang yang memiliki kepedulian terhadap pertumbuhan dan perkembangan rohani anak yang sehat.

 

Yupiter Sepaya

Leave a comment