Skip to content Skip to footer

Mengenal Kemiskinan Lebih Mendalam

Mengenal Kemiskinan Lebih Mendalam

Kalamhidup.com – “Karena orang-orang miskin selalu ada padamu.” Tampaknya bukan tanpa alasan Yesus mengeluarkan pernyataan itu. Kemiskinan memang akan selalu ada selama dunia berputar.  Tak peduli seberapa keras kita berusaha, kita masih belum dapat mengatasi masalah kesenjangan itu. Indonesia yang telah 76 tahun lebih merdeka dan lepas dari penjajahan asing juga masih belum dapat melepaskan diri dari permasalahan sosial yang pelik itu.

Menurut Lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS), tingkat kemiskinan di Indonesia pada 2022 berpotensi melonjak menjadi 10,81%. Itu berarti dari 200 juta lebih penduduk Indonesia, sekitar 29,3 juta penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan. Hal itu terjadi akibat melemahnya anggaran perlindungan sosial yang membuat semakin banyak penduduk miskin tidak terlindungi secara ekonomi, padahal beban krisis dan pandemi belumlah berakhir.

(Lihat https://money.kompas.com/read/2021/12/09/091539726/riset-ideas-angka-kemiskinan-ri-melonjak-di-2022?page=all.)

Kemiskinan Itu Apa?

Ada begitu banyak definisi tentang kemiskinan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kemiskinan adalah “hal miskin”, keadaan miskin”, yaitu kondisi ketika seseorang “tidak berharta; serba kekurangan (berpenghasilan sangat rendah)”. Adapun menurut definisi umum, kemiskinan adalah keadaan ketika seseorang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya, seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Dengan perkataan lain, kemiskinan adalah kondisi ekonomi ketika manusia kekurangan komoditas-komoditas tertentu yang diperlukannya untuk hidup. Dengan demikian, kemiskinan itu adalah suatu konsep multisegi yang melibatkan elemen sosial, ekonomi, dan politik.

(Lihat https://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan; https://www.jagranjosh.com/general-knowledge/what-is-poverty-and-its-types-1523453034-1.)

Penyebab Kemiskinan

Secara umum ketika Mengenal Kemiskinan Lebih Mendalam, ada beberapa hal yang menyebabkan kemiskinan.

  1. Penyebab Jasmani (kurang terpenuhinya kebutuhan jasmani, seperti makanan , tempat tinggal, air dan udara yang bersih).
  2. Penyebab Sosial (ketidakadilan/ketimpangan sistem masyarakat atau politik yang melestarikan kemiskinan itu).
  3. Penyebab Mental (luka mental atau emosional yang dialami orang miskin akibat penindasan berkepanjangan yang dialami, yang membuat mereka percaya diri mereka tidak dapat, tidak layak, dan tidak akan dapat keluar dari kemiskinan).
  4. Penyebab Rohani (institusi-institusi dan kuasa-kuasa rohani yang mengungkung orang-orang dalam kemiskinan mereka, membuat mereka takut untuk maju).

 

Penyebab-penyebab yang saling berkaitan itu, membuat orang jatuh dan terkungkung dalam kemiskinan. Kemiskinan diyakini sebagai suatu relasi yang rusak, yang tidak menghasilkan kehidupan yang berkelimpahan. Kemiskinan diakibatkan oleh relasi (1) yang tidak mendatangkan kesejahteraan bagi semua manusia dan (2) tidak memberikan hidup serta tidak adil. Lalu, apa yang menyebabkan relasi yang rusak dan tidak berkeadilan itu? Apa yang menyebabkan ketimpangan dalam masyarakat, sehingga ada yang sejahtera dan ada yang menderita? Apa yang menghambat terwujudnya kehidupan yang berkeadilan itu? Bukankah telah banyak solusi ditawarkan dan program dijalankan demi mengatasi kemiskinan?

Dosa sebagai Akar Kemiskinan

Sebagai orang percaya, kita tahu bahwa penyebab segala penderitaan di dunia ini adalah dosa. Dosa ada di akar terdalam dan terujung kemiskinan. Dosa telah merusak semua relasi kita, sebagaimana ditunjukkan oleh firman Allah. Dosa adalah alasan utama manusia menipu dan mengeksploitasi manusia lainnya. Ketika Allah ditempatkan di luar kehidupan, tidak mungkin kita akan memperlakukan sesama dengan baik. Dosalah yang membuat manusia tidak mengasihi Allah dan sesama. Dosalah alasan utama dunia kita ini kekurangan damai dan penuh relasi antarmanusia yang saling mengeksploitasi. Jadi, adakah harapan untuk kita mengatasi kemiskinan?

Kabar Baik bagi yang Miskin dan Tidak Miskin

Berita baiknya, melalui Yesus Kristus, ada jalan untuk keluar dari dosa. Yesus telah mati di kayu salib untuk menebuskan kita dari hukuman dosa. Keselamatan yang dari Kristus tidak hanya menghancurkan dosa, tetapi juga mendatangkan perubahan, transformasi atas dunia. Jika kuasa dosa dapat dihancurkan, akibat kerusakannya pun dapat dipulihkan. Relasi-relasi yang rusak oleh dosa dapat dikembalikan. Jadi, ada harapan bagi mereka yang miskin untuk keluar dari belenggu dosa, belenggu yang juga mengikat mereka dalam kemiskinan. Ada harapan pula bagi orang-orang yang tidak miskin, untuk memperbaiki cara pandang dan sistem-sistem sosial, politik, dan agama yang tidak adil serta eksploitatif. Ada harapan untuk melawan kemiskinan yang timbul akibat dosa.

Bersama dengan Orang Miskin

Mengenal Kemiskinan Lebih Mendalam
Mengenal Kemiskinan Lebih Mendalam

Di situlah kita sebagai orang percaya harus hadir untuk membawakan Injil sepenuh, Injil yang membawa perubahan menyeluruh dalam kehidupan. Bersama dengan Orang Miskin adalah pendamping yang tepat bagi mereka yang memiliki kepedulian itu. Di dalamnya teologi, kerohanian, dan ilmu sosial disintesiskan untuk merumuskan bagaimana misi Kristen dapat berkontribusi mengatasi kemiskinan dan membongkar kejahatan sosial yang sudah sangat sistematis. Di dalamnya, berbagai pandangan kristiani tentang kemiskinan, penyebabnya, dan bagaimana kemiskinan itu dialami dalam budaya yang berbeda-beda, dieksplorasi secara mendalam. Bersama dengan Orang Miskin wajib dimiliki orang-orang Kristen yang memiliki kepedulian terhadap orang miskin dan terlibat dalam karya penjangkauan, misi, atau pelayanan holistis.

 

(Lihat Myers, Bryant L. 2022. Bersama dengan Orang Miskin. Bandung: Kalam Hidup.)

 

Faisal

Leave a comment