Skip to content Skip to footer

BERTOLONG-TOLONGANLAH DI MASA PANDEMI

Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus” (Galatia 6:2

Perubahan Gaya Hidup di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 telah merebak sejak awal tahun 2020 dan hingga kini masih terus  berkepanjangan. Kapan akan berakhir tak seorang pun yang tahu. Kemunculan virus mematikan tersebut tak pelak telah meresahkan dan memorak-porandakan serta merubah gaya hidup banyak orang dari yang normal menjadi normal baru yang sejatinya sangat tidak normal. Ada yang bisa beradaptasi dengan cepat dan menerima perubahan ini dengan tabah, namun tidak sedikit juga yang tak siap.

Perubahan hidup di era kenormalan

Perubahan hidup di era kenormalan baru memang telah memaksa orang untuk menata ulang kebiasaan hidupnya. Pola makan yang tadinya cukup dengan asupan makanan bergizi, kini harus ditambahkan dengan berbagai suplemen dan vitamin.  Demikian juga waktu istirahat harus dialokasikan dengan cukup misalnya jam tidur harus 6-8 jam setiap malam. Orang yang punya kebiasaan mager alias malas gerak juga dianjurkan berolahraga ringan secara rutin dan berjemur minimal 30 menit di bawah sinar matahari antara jam 10.00 – 12.00 dengan resiko kulit menjadi gelap. Belum lagi aturan tentang prokes yang terus diteriakan oleh pemangku kepentingan atau Satgas Covid 19. Dan… satu lagi, kewajiban vaksinasi mulai dari anak-anak hingga kakek nenek.

Adaptasi kebiasaan baru

Adaptasi kebiasaan baru yang terkesan dipaksakan ini memang bertujuan baik yakni untuk melindungi diri dan sebagai upaya preventif menangkal paparan virus corona. Banyak yang patuh karena takut tertular, tapi harus diakui tidak sedikit juga yang abai dan cuek bebek alias masa bodoh. Perubahan gaya hidup mendadak memang tidak mudah diterima apalagi disukai banyak orang. Tapi suka atau tidak, di jaman corona seperti sekarang ini, orang memang harus dipaksa menyesuaikan diri (baca: dipaksa berubah) demi kemaslahatan bersama. Dalam hal ini memang dituntut kesadaran bersama bahwa perang melawan virus corona adalah tanggung jawab semua orang.

Pengaruh Psikologis Covid-19

Dampak langsung dari ganasnya ancaman Covid-19 telah memaksa aktivitas fisik lebih banyak dilakukan di dalam rumah. Maka pola kerja pun berubah dari kehadiran di kantor menjadi bekerja dari rumah masing-masing alias “WFH”. Tak terkecuali, bidang pendidikan pun terkena getahnya karena anak-anak mulai dari jenjang TK hingga perguruan tinggi dipaksa belajar dari rumah dengan menambah pulsa dan kuota. Sejujurnya semua orang kaget dan tidak siap dengan perubahan ini.

Berbagai Macam Kondisi Yang Muncul

Perubahan yang memaksa berkurangya kontak fisik dan sosial mengakibatkan munculnya perasaan terisolasi dan ketakutan dan hal itu tentu mengancam kenyamanan hidup serta meningkatkan resiko atau pengaruh psikologis, seperti stress, cemas, dan depresi. Harus diakui, di era pandemi saat ini, banyak orang menjadi lelah dan cepat marah dan ini merupakan bentuk ekspresi dari ketegangan emosional. Kondisi ini ternyata terjadi dalam skala global. JawaPos.com mengutip data hasil survei Skor Kesejahteraan 360° yang dilakukan Cigna secara global terhadap 18.000 responden di 21 negara pada kuartal kedua 2021, menyatakan bahwa telah terbukti pandemi Covid-19 telah menyebabkan tingkat stres masyarakat meningkat (Sumber: JawaPos.com, 14 Februari 2022).

Perubahan Hidup Harus Terjadi

Pandemi Covid 19 memang telah mengubah tatanan hidup di segala bidang. Namun, fakta kehidupan menyatakan bahwa ada atau tidak ada pandemi, hidup itu memang selalu identik dengan perubahan, ia tidak statis tapi dinamis. Sejak kita berada di rahim ibu hingga detik putusnya nafas dan kita kembali ke rumah Bapa, kita sesungguhnya berada dalam rangkaian dan rantai perubahan itu sendiri. Pada satu sisi, perubahan hidup adalah prasyarat pertumbuhan dan perkembangan pribadi ke arah kematangan dan kedewasaan. Namun, di sisi lain, perubahan hidup yang tak terantisipasi dapat menjadi awal dari kemunduran bahkan kehancuran.

Pertolongan Kepada Orang Yang Mengalami tekanan

Perubahan hidup mendadak seperti di masa pandemi saat ini memang sangat rentan menimbulkan kegamangan pada orang yang mengalaminya. Parahnya, orang yang dipaksa berubah karena keadaan kebanyakan diliputi perasaan resah dan gelisah. Memang sangat logis, siapa yang bisa hidup tenang di tengah ancaman dan ketidakpastian kapan berakhirnya pandemi Covid-19. Orang-orang dengan kondisi mental yang tertekan seperti ini memang layak mendapat pertolongan segera.

Pendekatan Bimbingan dan Konseling 

Oleh karena itu pertolongan untuk menghadapi perubahan hidup harus tersedia. Di sini diperlukan orang-orang yang mau membekali diri dengan kecakapan konseling untuk menolong orang lain yang terindikasi stress akibat perubahan hidup baik karena dampak pandemi atau pun karena terpaan beragam masalah hidup. Panggilan setiap orang percaya dan merupakan amanat dari Tuhan adalah mengasihi sesama dengan cara menolong mereka yang terhimpit masalah dan memerlukan uluran tangan kita.

Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu

Firman Tuhan mengatakan, “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus” (Galatia 6:2 https://www.bible.com). Idealnya untuk menolong, membimbing, dan mengonseling orang dibutuhkan kecakapan yang diperoleh melalui pendidikan atau pelatihan tertentu. Namun beberapa penelitian justru menyatakan bahwa orang yang tidak mendapat pendidikan formal sekalipun dapat juga menjadi penolong yang efektif, jika mereka mempelajari beberapa ketrampilan dasar dalam hal memberi pertolongan (Worthington, 2000 : 7), salah satunya dengan cara membaca buku-buku rohani Kristen karya para ahli yang kompeten di bidangnya.

Penerbit Buku

Kalam Hidup sebagai penerbit buku rohani Kristen terkemuka, telah menerbitkan banyak buku rohani Kristen dengan tema konseling. Di bawah ini ada beberapa buku rohani dengan tema konseling yang dapat dimiliki untuk menolong memperkaya diri dan wawasan Anda. Selain itu Kalam Hidup juga banyak menerbitkan buku-buku rohani Kristen dengan tema pendidikan anak, remaja, pemuda, dan pembinaan keluarga yang juga berguna dalam meningkatkan kualitas kehidupan keluarga. Silahkan Anda berkunjung langsung ke toko buku Kalam Hidup atau berbelanja  melalui medsos Kalam Hidup, kami dengan sukacita siap melayani Anda.

Salam: Yupiter Sepaya

 

Baca Juga : PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK DIMULAI DARI RUMAH

 

BERTOLONG-TOLONGANLAH
Ketika Seorang Berkata Tolonglah Saya!

 

BERTOLONG-TOLONGANLAH
Memantapkan Kehidupan Keluarga
BERTOLONG-TOLONGANLAH
Menanggalkan Perilaku Kekanak-Kanakan
Keluarga Lembaga Bahagia
Hidup Dari Hati Yang Diberikan Yesus
Kasih Dasar Keluarga Bahagia
Pengantar Konseling Pastoral

Leave a comment